Spunky!

Smile (part#2)

Posted on: March 4, 2010

Dan disinilah aku. Sebuah sangkar emas. Mungkin banyak orang akan rela melakukan apa saja demi tinggal di rumah seperti ini, tapi tidak halnya dengan diriku. Pelarianku yang terakhir tidak dapat dikatakan gagal secara keseluruhan. Meski akhirnya dia menangkapku kembali dalam 3 hari. Dalam tiga hari itu, aku merasa bahwa mungkin ia berniat membiarkanku kabur. Aku hanya berpikir tentang bagaimana seorang istri boss mafia seperti aku, bisa dengan mudah lari dari istana berpenjagaan ketat. Ah..apa yang sedang kupikirkan? Harusnya aku berharap dia tak akan pernah menemukanku.

Dia semakin jarang pulang atau pulang lebih larut dari biasanya. Kerap kali dia pulang dengan luka-luka lebam di sekujur tubuhnya. Dan seperti biasa, dia tak mengatakan apa-apa dan aku tak menanyakan apa-apa. Aku hanya membersihkan luka-lukanya untuk kemudian aku kompres hingga dia tertidur, aku tertidur.

Malam ini aku kembali sepi. Sendiri. Dinginnya AC serasa semakin mencekam. Hujan turun dengan derasnya… aku benci hujan! Itu membuatku merasa sangaaat sunyi dan hatiku semakin beku di dalam sana. Di malam-malam seperti ini, biasanya aku hanya mampu mengeluarkan apa yang kurasa melalui air mata yang mengalir tanpa diduga, tanpa sebab…hingga aku tertidur. Aaah, orang sehebat apa pun pasti kalah dari diriku…yang tak perlu bekerja atau melakukan sesuatu apa pun untuk hidup, untuk berfoya-foya.

Namun, itu bukan aku.

Malam ini, seperti malam lainnya. Aku meringkuk tertidur dalam sebuah kasur mewah berukuran raksasa. Mataku bergerak-gerak mendengar langkah sepatumu. Ah, kau pulang akhirnya…

Ada apa? Suara langkahmu tak seperti biasa. Aku bangun dan menyambut dirimu yang sedang menggenggam sebuah luka tusukan di lengan kirimu. Ada apa? Pff, ingin ku bertanya. Namun, seperti biasa, aku hanya mengobati lukamu, tak ada suara, tak ada pembicaraan. Hanya kesunyian yang selalu datang mengisi hingga aku tak tahu lagi apa alasan aku bisa berada di tempat ini, di sebuah drama sedih dengan hanya kau dan aku sebagai pelakonnya.

Kau menahan sakitmu masih dengan senyummu yang tetap paling menawan, dengan senyum yang-ku-tak-pernah-tahu-artinya.

“It’s ok if you tell me that it’s hurt.”

“Nope, it is nothing.”

Kau tersenyum sangat indah. Inilah dirimu yang penuh misteri…kembali bermain dengan diriku yang tak berdaya. Kau membiarkanku membalut lukamu…hingga kau tertidur dan aku tertidur…menyambut hari–hari hampa penuh kemewahan yang sangat membosankan.

Pagi ini badanku disambut dengan sinar mentari yang hangat.. oooaaahmmm… eh? Mentari? Ah, ternyata ada seseorang yang membuka korden pagi ini. Aku tak tahu, tapi sejauh ingatanku, tak ada pelayan yang diperbolehkan masuk ke kamar ketika kamar tidak dalam keadaan kosong.

Dan disanalah kau berdiri. Bermandikan cahaya matahari pagi, di balik kaca besar berpemandangan indah dan punggungmu seolah menyentakku. Kenapa kau masih disini? Biasanya, kau pergi sebelum aku terbangun. Kini kau disini! Aku harus mengucek mataku. Ah, iya, itu benar kau. Kau berbalik, masih bertelanjang dada dengan balutan perban di lengannmu, tersenyum sangat indah. Ah, hari apa ini?? Atau aku masih bermimpi?

Kau menghampiriku. Memberiku kado terindah. Kurasa ini bukan mimpi. Sebuah kecupan ringan mendarat di keningku. Ah, kapan terakhir kau melakukannya ya? Aku tersenyum. Ah, kurasa hatiku mulai meleleh

“We’re moving.”

“Hah? What? Who? Whe…”, kau memotong ucapanku dengan jari telunjukmu di bibirku.

“I’ve prepared everything for us.”

For us…umm, yeah, terdengar sangat menenangkan… Kapan kau pernah mengatakan kata itu? Eh, belum pernah kayanya.

Aaaah, kau tersenyum dengan senyum yang-ku-tak-pernah-tahu-artinya itu.

“May be we have to live in poor. We’ll live in a small house, but I’m going to find a job…”
“Is it ok for you?”

Oh, damn, what could I say??
Ah, di saat seperti inilah aku tidak mengerti bagaimana cara kerja kelenjar air mataku… (Errr, mata itu ada kelenjarnya atau ngga ya?) Aku hanya menitikkan air mata dan memeluknya. Erat.

“As long as I’m with you, honey…”

May 16. 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2010
M T W T F S S
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: