Spunky!

Smile (part#3)

Posted on: March 4, 2010

Epilog: Yeah, rumah itu emang bak istana… but, it’s not a home at all. Aku berlari meninggalkan masa-masa sunyi nan menyedihkan bersama kutinggalkan semuanya di rumah itu. Hmmm, except my hubby, of course… Ternyata, dia sering meninggalkanku (semenjak pelarianku) karena ia sedang mempersiapkan kepergiannya dari dunia kelam itu. Luka tusuk terakhir adalah kenang-kenangan dari Sang Tuan Besar (itu adalah sebutan kami untuk pemimpin utama dari Korea, yang tak bukan adalah pamannya). Aku jadi teringat… luka itu terletak tepat di atas tattoo naga bukti keanggotaannya dalam perkumpulan mafia tersebut. Harusnya aku tahu bahwa drama dimana kami sebagai pelakonnya, akan berakhir dengan sangat manis. Dari bagaimana dia menyentuhku, lembutnya… dan dari bagaimana ia memperlakukan anak kecil yang sedang tersesat di jalan. Meski kami harus bekerja keras untuk hidup tentunya, tapi kami senang. Dan yang paling penting…akhirnya aku tahu apa arti senyum yang-ku-tak-pernah-tahu-artinya itu. Ehmm, biarlah hanya aku saja yang tahu artinya…🙂

May 16, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2010
M T W T F S S
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: