Spunky!

Nostalgila (part#4 / end of story)

Posted on: March 18, 2010

Cika,
What?! I’m so sorry, Cika.

Leon,
Kenapa? Enggak apa-apa kok. Aku sudah ikhlas sekarang… Bahkan aku yang menjadi saksi perceraian mereka (bayangkan seorang Cika duduk di kursi hitam dalam sebuah persidangan, hiiiiy, serem). Aku sudah engga kaya dulu kok 
Lele, sampai besok lagi. Trims buat obrolannya.

Cika,
Yang tabah, Cika, ya… Aku tahu kamu cewe yang kuat.

Leooon,
Met pagiiii, hmm, disana jam berapa, ya? Eh, sekarang boleh dunk minta digambarin?
Eh, Leon, tiap kali aku ngambek dulu, apa yang kamu pikir saat itu? (Cuma penasaran…)
Yang ingin tahu, Cika

Cika,
Yah, yang kupikir cuma mengapa dan mengapa? Siapa yang salah? Dan akhirnya bingung sendiri.
Bukannya ga mau, Cika, sudah lama ga menggambar, jadi pasti butuh waktu lagi untuk mendalami sketsa.

Lele,
Ha-ha-ha masa masih tanya siapa yang salah? Itu engga penting deh kayanya… he-he-he
Hmm, coba dulu kita se-terbuka ini, ya? Ha-ha-ha-ha-ha…
Yang sedang bertanya-tanya apa yang dipegang seorang arsitek, Cika

Cika,
Siapa yang salah itu ga penting. Masalahnya dari mana itu yang harus dicari. Pria suka menyelesaikan masalah hingga tuntas, menggunakan logika. Bukannya pake acara break ‘sementara’ yang so childish, atau dengan diam.
Cika, ya, arsitek memegang komputer, dan pensil juga, tapi tidak untuk melukis wajah.

Leleee,
Ha-ha-ha, so childish itu maksudmu so “Cika”gitu? Ha-ha-ha…
Tapi kamu memang kurang keras, Le, hmmmm, hanya opini!
Lagi apa disana?
Cika

Cika,
Iya, kuakui. Namun, selalu mengalah pun, kita tetap putus, Cika. Bagaimana jadinya bila aku keras? Kita sama-sama sekeras batu dan tanpa komunikasi. Aku sudah mau meledak sejak dulu, kalau boleh jujur. LOL.
Sedang chat dengan Chelse. Dia menanyakan kabarmu.

Leyon,
Mungkin situasinya bisa berbeda bila kau engga selalu mengalah seperti itu, le. Aku ingat kau pernah protes, mengapa selalu kamu yang mengalah. Nah! Bukan salahku, kan? Aku kan engga memintanya.
Ah, sampaikan salamku, ya…
Cika

Cika,
Iya, aku, saat itu, hanya mengharapkan suatu saat, kamu bakal sadar, atau mungkin akan mengalah sesekali. Pemikiran yang konyol bukan?
LOL, kok jadi seperti proses interogasi?
Masihkah kau menyesali keputusan untuk meninggalkanku, Cika?
Sadarkah kau, bahwa aku ga pernah memiliki fotomu selembar pun? Suatu hari Chelse pernah bertanya seperti apa wajahmu dan aku ga punya apa-apa untuk menunjukkan padanya. Sedang Chelse dengan mudahnya memberikan foto padaku.

Leon,
Kalau kamu bertanya tentang penyesalan, jawabannya engga. Aku cuma takut bila aku masih punya salah padamu. Hmm, tepatnya, aku bersalah, Lele. Pada saat itu, aku kita benar-benar menjalani hubungan yang tidak berimbang. Lama-lama kita kelelahan.
Soal foto, ah, iya… Oh! Tapi kamu bisa menunjukkan foto profilku di situs jejaring itu. Dan katakan padanya, aku sudah bertunangan!😀
Temanmu yang segera menikah, Cika 

Cika,
Baguslah bila begitu, Cika. Jadi keputusan yang kau ambil tepat. Yang berlalu biarlah berlalu, ok? Aku juga ga menyesalinya. Berkatmu, aku belajar tentang definisi mengalah yang lebih tepat sasaran, dalam sebuah hubungan. Bahwa mencintai tidak selalu dengan mengiyakan. Bahwa pria juga harus mengendalikan.
Mana ada mantan yang ngobrol begini, ya? Biasanya.
Satu-satunya foto kita berdua (dari photo box di supermarket kecil itu, ingat?) sudah kau ambil, sesaat sebelum kita putus (untuk yang kedua dan terakhir kalinya).
Aku pasti menyampaikan itu, Cika. Dan btw, dia sudah melihat profilmu kok.
Jadi, kalian sudah menentukan tanggal pernikahan? Kirimi aku kabar sesegera mungkin supaya aku bisa mengatur jadwal kepulanganku, my dear. Congratulation!

Lele,
Iya, semalam Mario meneleponku, dan kami membicarakan banyak sekali hal. Sampai aku mengantuk dan akhirnya dalam setengah sadar, ku-iya-kan pertanyaannya. Ha-ha-ha.
Pasti, Lele, pasti aku akan mengabarimu secepatnya. Namun, aku ingin berita ini kami simpan dulu berdua untuk beberapa saat 
Ah, masa? Jadi foto itu kuambil lagi ya? Ha-ha-ha, aku memang penuh perencanaan dari dulu, bukan? Eh, kalau kau punya saat ini, justru aku heran! Ha-ha-ha.
Benar, Le, mari kita jadikan semua ini sebagai pembelajaran. Dan lebih dari semuanya, aku berharap kau juga bahagia disana, dimanapun.
Temanmu. Selalu. Cika.

Cika,
Aku senang tiap kau senang, Cika. Lebih dari segalanya.

am sorry if there’s any similar name, or story…
highschool stories never end!

2 Responses to "Nostalgila (part#4 / end of story)"

hm…
kayaknya hanya mereka berdua yang bener2 ngerti isi hati, perasaan, dan jalan cerita yang… menakjubkan ini ya? ^_^

keduanya kayaknya sih masih menyimpan rasa… sayang…

mungkin kalo sedikit diangat tentang alternate ending dari kisah cinta mereka berdua akan terasa lebih menarik…
^_^

cika memayangkan… seandainya ga putus…
si lele juga gitu…

kira2 gimana ya?

hm juga…

Kayanya ga menakjubkan, justru berkesan datar? Binun untuk memasukkan konflik apa di cerita ini…

Alternatif ending bagus juga idenya, tapi sulit, mengingat keduanya hanya sekedar ‘bernostalgia’. Ada ide?

Cika menyayangkan kenapa mereka tidak seterbuka itu.

Entah apa yang ada di pikiran mereka, tapi mereka sadar bahwa itu hanyalah cerita lalu.

Yang pasti, Cika lebih bahagia di hidupnya sekarang dibanding dulu. Sebenarnya, kalau mau dibaca lagi, Cika terasa banget ‘kacau’nya di waktu SMA dulu, karena masalah keluarga dan lain sebagainya. Dia, saat itu, ga percaya pada suatu hubungan, karena yang dia lihat sehari-hari adalah ortunya yang bertengkar. Kadang benar, kalau cinta juga masalah waktu. Dan Leon bukan pula orang yang bisa mengangkat kepercaya-annya akan suatu hubungan.
Dari sisi Leon, mencengangkan juga, melihat dia masih mengingat semua detil masa-masa mereka.

Tapi, sekali lagi, jadi balik lagi, cerita mengenang ini jadi nostal-gilaaaa…

Hahahahaha…

Anyway, thanks for your comment, gabriel. I do appreciate it!! Do visit this blog again!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2010
M T W T F S S
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: