Spunky!

Review: Me Times Three

Posted on: March 23, 2010

Satu dari barang obralan. Dibeli bersamaan dengan Playing James. Namun, aku ga begitu menikmati chicklit satu ini.

Diceritakan di tahun 1980-an, tanpa penjelasan atau penggambaran yang gamblang tentang masa lampau itu (atau karena ini diceritakan dalam bahasa Indonesia, sehingga aku ga menyadari bentuk lampau?).

Karakter utamanya adalah seorang wanita, Sandra Berlin, seorang editor di majalah mode ternama. Dia merasa dirinya bagai cinderela dengan seorang calon suami kaya, keturunan langsung tokoh Amerika, hingga… Hingga suatu hari dia bertemu tunangan kekasihnya yang lain, yang juga menceritakan tunangan yang ketiga!

Hidup seolah seperti rollercoaster. Dalam sekejap, berubah sangat dasyat. Sejak itu, Sandra menjalani kencan-kencan singkat dan (sangat disayangkan) menjalani hubungan-hubungan semalam. Cerita diwarnai oleh sahabat Sandra, Paul Romano, yang sangat menyayangi Sandra.

Keberadaan Sandra sebagai seorang yang patah hati dan menemukan bahwa segala sesuatunya ia harapkan tumbuh dan berkembang sesuai harapannya saja. Juga, ia menemukan bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang sahabatnya. Hal ini membuatku berpikir, apa aku telah melakukan hal yang sama? Menjaga bayangan dan impian di benakku dan membiarkan semuanya yang terjadi hanya dibolehkan bila sesuai dengan inginku? Apakah aku telah cukup banyak memberi perhatian pada orang-orang di sekitarku, tertutup oleh hubungan indah yang kumiliki saat ini? Ah, geez…

Cerita paul sendiri sangat menarik. Dalam pendapatku, lebih menarik dari cerita Sandra, yang kurang berpendirian tegas (di akhir cerita dia menerima ajakan kembali dari mantannya hanya untuk menemukan bahwa ia dimanfaatkan LAGI). Paul seorang gay. Ia menikmati hidupnya dengan terlalu baik (well, segala sesuatu yang berlebihan ga baik, ‘kan?). Ia berpindah dari satu pesta ke pesta lain, ga bisa stay di satu pesta saja dalam semalam. Dia juga berganti-ganti pasangan. Kehidupan mewahnya membawanya ke dalam alkohol dan obat-obatan, untuk membantunya terjaga semalaman! Akhirnya Paul mengidap AIDS. Dari novel ini, bisa dilihat perubahan drastis pada tubuh dan emosi Paul. Kerusak antibodi ternyata sangat berpengaruh terhadap macam-macam. Ah, diluar cerita Sandra yang menurutku agak membosankan, aku jadi mengetahui tentang kehidupan gay, walau secara sepintas.

2.5 of 5 stars

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2010
M T W T F S S
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: