Spunky!

OMW to Jakarta

Posted on: September 25, 2011

On My Way to Jakarta.

Salahkah bila aku berharap pemilik tiket dengan nomor kursi di sebelahku ini tidak jadi datang ke stasiun?
Dan ya, aku tak berani berharap yang buruk itu; terlambat bangun, sakit perut mendadak, or ?

Namun, hingga pemberhentian pertama, kursi ini belum diduduki empunya.

Perjalanan sendirian setelah satu minggu yang melelahkan lahir dan batinku.

Aku memaksa diriku untuk mulai menerima kenyataan. Karena akulah yang harus dewasa. Siapa pula kah akan menceria-kan hati adik-adik, dan menghibur perasaan seorang istri. Diatas semua pelik hidup, kontroversi, pertentangan dari Beliau yang telah meninggalkan kami.

Hidup ternyata teramatlah singkat.

Jangan terkunci dengan masa lalu. Dan tak baik pula terlalu menguatirkan masa yang ‘kan datang. Siapa bisa menyangka apa yang akan datang dan menghampiri hidup kita di detik berikutnya?

Sama halnya ketika aku sudah merencanakan seluruh jadual di hari aku mendengar kabar itu. Kabar yang mengejutkan, dan tetap mengiris.
Mengiris serpihan-serpihan penyesalan. Mengapa aku tak mencoba lebih keras untuk mengubahnya? Gagalkah diri ini sebagai seorang putri?
Nalar dan badan serasa terpisah. Biasanya, segala perkara sedih bisa aku tepiskan dengan pikiran (semu) positif yang aku bangun. Namun, ternyata itu tidak berlaku untuk semacam musibah mengagetkan seperti ini. Dan aku ingat pasti dalam salah satu kelas agama di sekolah; dalam ajaran Sang Buddha, berpisah dengan orang yang kita sayangi adalah suatu penderitaan.
Dukkha. Atas suatu nalar kesadaran bahwa tak ada kesempatan lagi untuk bertemu.

Dan aku tak mau menyimpan memori atas dirinya yang sedih dan kesepian. Betapa hatiku sedih menyadari tidak-banyaknya memori yang kami miliki beberapa tahun terakhir! Aku mencari-cari potret diriku dimana dia ada, tapi tak ada! Kenapa?

Diatas segala ketidak-satu-bahasa-an kita, perbedaan pandangan… Diri ini akan selalu mengenangnya sebagai seorang sosok yang sangat indah! Bukan seorang tua yang sendiri dengan gigi yang habis, melainkan seorang pemuda gagah dan ganteng, berjaya di masa mudanya, dengan senyum manis tak terelakkan dan pameran giginya yang putih. Maka dari itu, kucari potret dirinya yang masih muda dan belia.
Bukan seorang yang sempat jatuh, melainkan seorang Ayah penyayang yang sangat kupuja. Aku ingat bagaimana ia datang merapikan selimut yang tersibak. Dan bagaimana ia menceritakan sisi diriku yang tak pernah kuceritakan, pada Ibu. Aku ingat bagaimana ia mengajak seluruh keluarga menghadiri pemilihan model yang aku ikuti tanpa sengaja, berusaha membuat aku percaya diri, katanya. Disaat aku merasa semua hal di ajang kecantikan itu adalah salah. Aku bisa membayangkan dengan jelas adegan-adegan dia membujukku di saat aku adalah seorang anak kecil perajuk yang manja. Aku ingat dia akan menggendongku ke kamar mandi sebelum tidur, atau bahkan membawa ember ke kamar tuk membasuhku.

Dan aku…akan selalu jadi ‘nok ayu’ mu yang kecil, yang manja, Pah. Nickname yang kau beri semasa aku kecil. Yang pernah satu kali, kusebutkan panggilan itu di depan kawan kecilku, dan dia tertawa. Tapi sekrang aku bangga. Bangga atas nama itu.

Oh, shit. Aku berjanji tidak akan menangis lagi.

Mungkin permohonan ampunku tak ada arti apa-apa, Pah. Semua juga sudah tak ada artinya.

Aku pun hanya kan mengenang semua yang indah atasMu.

Aku tahu Kau sudah bahagia disana. Dan itu saja yang aku pinta.

With so much love,
-Nok ayu-

1 Response to "OMW to Jakarta"

Dan kemarin, di kereta, aku ingetttttt….

Dulu sewaktu naek kereta ekonomi, papah bantu untuk dapetin aku kursi duduk…

Argh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: